Dota 2 The International 2025: Tundra Esports Tantang Team Spirit di Dubai!

Yanogari17.com – Panggung The International 2025 (TI14) memanas di Dubai, Uni Emirat Arab, dengan babak Upper Bracket Playoffs yang dimulai hari ini, Sabtu, 24 Mei 2025, pukul 20.00 WIB. Sorotan utama adalah duel sengit antara Tundra Esports (Eropa) dan Team Spirit (Rusia) di Dubai Esports Arena. Disiarkan langsung di Twitch, YouTube Dota 2, dan Vidio.com. Turnamen ini, berlangsung hingga 7 Juni 2025, memperebutkan hadiah $15 juta (sekitar Rp235 miliar).
Tundra Esports, yang diperkuat Topson dan Quinn, tampil dominan di Group Stage dengan rekor 4-1, mengandalkan draft fleksibel di patch 7.37 yang menekankan hero seperti Pangolier dan Dawnbreaker. Sementara Team Spirit, juara TI 2021 dan 2022, mengandalkan carry Yatoro dan midlaner sh1ro, yang unggul di lane phase dengan hero seperti Faceless Void. Pertemuan terakhir kedua tim di ESL One Birmingham berakhir dengan kemenangan tipis Tundra 2-1, menjanjikan laga ulang yang penuh strategi.
“Kami fokus pada macro play dan adaptasi draft. Spirit punya pengalaman, tapi kami siap,” ujar Topson, midlaner Tundra. Yatoro menanggapi, “Kami pelajari kelemahan Tundra di late game. Dubai akan jadi milik kami!” Dengan meta baru yang mengutamakan objective control dan teamfight, map seperti Dire dan Radiant akan krusial.
Meski tak ada tim Indonesia di TI14, komunitas lokal antusias menggelar watch party di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Valve juga merilis Battle Pass eksklusif TI14 dengan cosmetic baru untuk Arc Warden dan Viper. Laga malam ini diprediksi menentukan langkah menuju Grand Finals. Dukung tim favoritmu dan saksikan aksi epik ini! Informasi lebih lanjut tersedia di situs resmi Dota 2.
MOBA vs Battle Royale: Mana yang Lebih Populer di 2025?

Yanogari17.com – Tahun 2025 menyajikan persaingan ketat di dunia game online, terutama antara dua genre raksasa: MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) dan Battle Royale. Keduanya memiliki basis pemain besar dan pengaruh besar dalam dunia esports serta komunitas gaming global. Namun, mana yang lebih populer tahun ini?
MOBA, seperti League of Legends, Mobile Legends, dan Dota 2, tetap menunjukkan taringnya. Genre ini dikenal karena gameplay strategis, kerja tim yang kuat, dan mekanik permainan yang dalam. Turnamen internasional seperti LoL Worlds dan The International masih menjadi ajang bergengsi dengan hadiah miliaran rupiah.
Di sisi lain, Battle Royale seperti PUBG: New Era, Fortnite, dan Free Fire Max masih mendominasi platform mobile dan konsol. Gaya bermain cepat, kompetitif, dan sistem loot acak membuatnya terus digemari, terutama oleh pemain kasual dan streamer. Inovasi mode permainan, kolaborasi dengan merek terkenal, serta grafis yang terus meningkat membuat genre ini tetap relevan.
Yang menarik, Battle Royale mulai mengadopsi unsur MOBA seperti skill karakter dan strategi tim, sementara MOBA memperkenalkan mode tembak-tembakan atau quick match untuk menarik pemain baru.
Menurut survei komunitas gamer 2025, Battle Royale masih unggul tipis dalam hal jumlah pemain aktif global, terutama karena dominasi di pasar mobile. Namun MOBA tetap lebih kuat di ranah kompetitif dan esports profesional.
Jadi, jika kamu mencari pengalaman cepat, intens, dan menegangkan—Battle Royale jawabannya. Tapi jika kamu lebih suka strategi mendalam dan kerja tim—MOBA tetap tak tergantikan.
League of Legends vs Dota 2: Pertarungan MOBA Terbaik

Yanogari17.com – Dalam dunia MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), dua game yang paling dominan adalah League of Legends (LoL) dan Dota 2. Keduanya memiliki basis pemain yang besar, ekosistem esports yang kuat, dan komunitas yang loyal. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar yang membuat masing-masing game memiliki daya tarik tersendiri.
1. Gameplay dan Kompleksitas
League of Legends (LoL)
- Lebih mudah dipelajari, cocok untuk pemula.
- Game lebih cepat (sekitar 25-40 menit per match).
- Sistem ward lebih terbatas, membuat visi lebih terkontrol.
- Skill cooldown lebih rendah, memungkinkan lebih banyak aksi.
Dota 2
- Lebih kompleks, banyak mekanik lanjutan seperti deny creep dan buyback.
- Game lebih lama (bisa mencapai 50+ menit per match).
- Ward bisa dipasang lebih bebas, strategi visi lebih beragam.
- Item bisa dikirimkan melalui courier, menambah fleksibilitas dalam strategi.
2. Hero vs Champion
- LoL memiliki lebih dari 160 champions, dengan kemampuan yang lebih sederhana dan skillshots yang lebih presisi.
- Dota 2 memiliki lebih dari 120 heroes, tetapi tiap hero memiliki mekanisme unik yang lebih kompleks, seperti Invoker dengan 10 spell.
3. Grafis dan Art Style
- LoL memiliki grafik lebih kartun dan warna yang lebih cerah, membuatnya lebih mudah dilihat.
- Dota 2 menggunakan grafik lebih realistis dan gelap, memberikan nuansa pertempuran yang lebih serius.
4. Ekosistem Esports
- LoL memiliki liga regional resmi (LCK, LCS, LEC, dll.) dan turnamen global Worlds, dengan sistem franchise dan investasi besar.
- Dota 2 memiliki The International (TI), turnamen dengan prize pool terbesar dalam esports, tetapi lebih bergantung pada crowdfunding.
5. Monetisasi dan Skins
- LoL menjual champion dan skins melalui Riot Points (RP), tanpa elemen “bayar untuk menang”.
- Dota 2 memberikan semua heroes gratis, tetapi menjual kosmetik dengan sistem battle pass dan market yang lebih bebas.
Kesimpulan: Mana yang Lebih Baik?
- Jika kamu ingin game yang lebih cepat dipelajari, lebih ringan, dan lebih kompetitif dalam esports, LoL adalah pilihan terbaik.
- Jika kamu suka game lebih strategis, mekanik lebih kompleks, dan memiliki sistem ekonomi yang lebih bebas, Dota 2 lebih cocok untukmu.
Pada akhirnya, pilihan tergantung pada gaya bermain dan preferensi pribadi. Apakah kamu tim LoL atau tim Dota 2?
